malam membungkam, sang peri menjerit kesakitan
semangat yang pudar
tawa yang tertahan
akan ada seorang pahlawankah dalam hidupku ini?
bagai tanpa jeda
terucap kembali apa yang kupikirkan, apa yang kulalui,
ingin ku redam tapi tak kunjung pasti...
jadi...
hanya nikmati saja tuak dan araknya...
apa perduli pada dunia
kenapa perduli pada cinta
hanya melawan neraka saja yang kuungkapkan
berteman gin dalam vodka
gelap dalam sepi
hina dalam luka
aku dan mentari berucap sumpah
akan menaklukkan gelap dalam terang..
akan kubalikkan semangatku,
berteman rembulan dan bintang
henyak dalam keheningan
dalam kesepian
dalam kehinaan
aku adalah key yang mengatur dunia
dalam bodohnya pemikiran konservatif
dalam hinanya teriakkan demokrasi
cob nikmati saja,
tertawa saja,
entah dalam apa ...
yang penting katakan saja ungkapkan saja...
Sabtu, 17 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar