sudah terlalu banyak paruh luka yang kuhadapi
banyak sudah impian yang terlewati begitu saja
tanpa ada jeda waktu berlalu jauh berlari lagi
tampaknya sudah tak bisa ku ujar cinta dalam hati ini
dunia sudah berhenti saat aku dan nafasnya tertawa
hanya angan dalam keasaan yang selalu kugenggam
dalam hujan angan putih menghampiriku
sederas badai luka itu menerjang ku begitu saja
ingin kupeluk, tapi tak kuasa kuhela
duniaku pun berhenti
jeda tak lagi sebagai penghentian...
dia menjadi penghalang bukan jadi persinggahan.
berusaha bercerita pada sang rembulan yang selalu diam tanpa kata
bisu dalam malam
terhenti kilat dan tempurung kekuasaan
tempurung angan
tempurung cinta
hidup telah begitu berat untuk sekedar kotak
dan bulat,
segi satu seindah mentari...
bersama rokok dan anggur
mencari bidadari dalam hina
tertawa dalam luka...
bernyanyi lagi dalam dawai gitar
tertawa lagi dalam distorsi
coba untuk berlari sejauh mungkin dari keadaan
dari realita
dari kenyataan
aku tak sungguh tahu,
mengapa mimpi itu bisa pergi,
padahal itu adalah nyawa
padahal itu adalah nafasku...
tak ingin
tak mau
aku
duniaku
terhenti kembali
masa itu sudah pergi, luka itu telah sirna
aku sudah kembali membawa sejuta semangat
akan lagi ber-idealisme tentang kehidupan
akan lagi ber-pendapat mengapa kematian?
aku pasti kembali
entah untuk menggenggam dunia atau untuk mencari seutas kebenaran
tali yang hilang dalam hidupku sudah kutemukan
bersemyam dalam indahnya hatiku
dalam hitamnya lukaku...a
aku ingin
duniaku...
kembali lagi...
i will...
my world..
is...
come back..
again...
again...
again,,
again...
and again....
Sabtu, 17 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar