aku akhirnya terduduk disini,
menatap sepi dan hampa dari malam
aku akhirnya ada disini
menatap senyap dan hina
aku tak bersuara...
malam telah membungkamku dengan sejuta keindahan nya
sangat mistis...sangat kelam
tak ada yang menemani...hanya sepi,
berteman hampa
jakarta
begitu mereka menyebutnya...sebuah kota yang kadang menawarkan laknat,
surga,neraka,,kadang perawan...
tempat jutaan orang mengadu nasibnya
berdiri diatas tanah aspal yang panas ini
membunuh segala yang mengganggu
merasa hebat
merasa kuat
tak perduli dengan sekitar
yang penting aku dan aku...
jakarta...
ditengah tepian aku mencoba merenung
17tahun aku menanti disini,ternyata mereka benar...
peri sudah mati sejak reformasi kemarin
aku hampa
jakrta tak perduli
dia selalu setia aku singgahi,
banggakah aku?
aku BAnggakah>??
ternyata tidak...
aku tdk bangga
aku hina dalamnya
aku lahar yang siap menghunus pedang saat aku menghianatinya...
sekarang...
now...
esok...
tommorow...
atau tidak selamnya...
or not forever...
Senin, 05 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar