gitarku telah patah
malamku enggan bersinar...
aku gelap dingin sendiri mencekam membunuh seluruh...
syairku pupus
sayap ku musnah...
bidadari dalam lipatan tertawa hina
menatap langit,tak bersahabat
membunuh malam,tak berseteru
aku ingin hari itu ada
muncul dan menemaniku
hari saat aku dan semangat ku tertawa
hari saat aku dan gelora ku bercerita
kami terbang kepuncak awan dan membunuh semua yang menghadang
kami adalah kumpulan manusia dewa yang hina dalam cerita
kami melawan angkuhnya malam,melawan bodohnya pagi
membunuh gagahnya pelangi
menghiraukan warna darah...tetap melangkah dan percaya pada mimpi
kami melawan dinginnya hujan,
takutnya kematian
birunya langit
dan kami tak terhentikan ombak
kami menyatu dalam nyanyian seteru abadi
kami membantu setan membunuh kebajikan
kami membunuh apa yang kami namakan putus asa...
...
...
gitar dengan distorsi peluh,penuh,dan hampa
tak pernah hilang bagai awan
tak bisa sirna bagai keabadian....
dan sekarang saat semuanya tiada?
aku hanya mati
aku hanya teronggok sekian kali
terputus harapan...
terputus impian
terhisap amarah
dan berkali kali
kali kali kali dan kali lagi....
damn!
aku sirna
Rabu, 10 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar