terduduk aku disini,disebuah bus 10 jam menuju semarang...
mencoba menatap ruang gelap di hati
menertawakan hal yang selalu terjadi
bersikap seola hidup biasa saja,
aku kan disini selama 10 jam...
akan mencoba membunuh semua kebahagiaan yang kulalui
berteman sepi dan hampa
diluar pemandangan indah tercipta
sebuah siratan kuning hal terindah
sebuah dua buah pepohonan mengisi malam
bintang tersenyum begitu saja membiarkan semua nya terlewatkan
malam kian dingin dengan udara dan selimut senja
kubiarkan asap ini masuk dan menemani tubuhku
diluar masih pepohonan berdiri tegak terpaku...
bus melaju begitu tenang dan lancar....seolah berkata malam bukan lawanku<>
aku masih terduduk di bus ini
mencoba menikmati lagu bodoh yang sengaja disetel sang sopir
diluar masih saja pepohonan kaku tegak menantang malam...
jalur pantura akan dilewati...
aku menatap malam,seolah dia begitu angkuh merangkai semua kata ku
aku biarkan syair ini menabrak dinding dunia dan menggema disepinya malam
kucoba tanpa makna...
besok,jakrta menunggu...
saatnya membunuh,saat nya dibunuh!
tak akan ada lagi keramahan kota yang kukenal seperti disini
jakrta akan keparat lagi...
aku pasti rindu indah kota ini
rindu hawa dan hangatnya
rindu akan ramah dan tamahnya
rindu akan dinginnya malam saat hujan disini
tapi...
keadaan menyuruhku keluar dari semua keindahan
menempuh hidup baru di tahun yang baru...
....
Selasa, 30 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar