untuk suatu malam yang selalu sepi...
kaku tak berdiri.senyap diatas awan hilang.sejuta senyum pergi dalam kenangan
aku tertidur.
mulai membuka suatu hal.mulai mengeluh tentang banyak hal.
reklame di depan toko kelontong membual lagi.sale dijual.mengumbar harapan
tahun baru akan segera tiba.tetap hening.tetap sepi.
hati yang terpaut angkara.marah.memuncakkan murka
tak ada yang mengerti.hanya bising kota.tak peduli.
kerasnya hati dalam buallan puisi cinta.mencari wanita untuk dipuja.
bersama rokok.asap.dan kebebasan.
cinta.
uapkan satu dua masalah.benci.kadang menyelimuti.
coba teriakkan apa isi hati.dalam jutaan kata tak bermakna.
mencoba bahagia.padahal hampa.
satu dua spasi lagi.hanya untuk senangkan diri
abstrak.konkret.
hanya untuk para penguasa malam kita tertawa.acuhkan jiwa.
tak bermakna.tapi apa perduli?
apa perduli?
Jumat, 26 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar