Selasa, 26 Mei 2009

fake life

senyum yang selalu menghiasi
dunia munafik yang ku jalani
pahlawan bertpoeng setan yang tertawa
sampingnya pelacur jalanan terhenyak tak kuasa

di sudut jalan kudapati
mahkota hilang yang selalu mewarna
kuasa akan keemasan dan kilau
ku henyak dalam lelapku

terbuai dalam alunan sendu sang penyair cinta
mendamba mimpi yang kadang tak pasti
ku jalani hidup bagai terprogram dan teratur

tanpa ada distorsi
tanpa ada emosi

ku hela saja nafas ku
biarkan saja larut dalam alkohol tercinta
dan ku senyap dia dalam hidup
agar bisa menjalani hidup
bisa menjadi sebuah bunga plastik yang palsu

dengar lagi lagu punk yang tak pernah mati
kadang idealismenya masuk ke darahku
tapi sayang hidupku sudah terprogram
dalam senyum
dalam hampa

tanpa distorsi
tanpa emosi

ku sajak saja syair ini
dari tembok kuning grafiti
ku biarkan diri menjadi bimbang
dan terlena dlam hidup palsuku

ingin keluar dapatkan lagi distorsi
ingin keluar dapatkan lagi emosi
dan ku kecup saja wine terakhir
untuk nanti dan selamanya

Tidak ada komentar: