darah
beku tidak mengalir
biru
dalam satu kata mencoba lupakan
luka
hilang dalam semesta
tawa
penuhi segala tubuh pejamkan kata
di jalan ini
aku titipkan satu luka yang hina
luka yang pernah membunuh ku
luka yang pernah mencabik cabik ku
adakah dewi dijalan ini
adakah sang bidadari di jalan ini
ku tunggu sang jendral saat ku muak
perih
tak berujung hingga luapkan marah
pedih
menanti tubuh yang luka karena belati
kadang ingin bercumbu dengan matahari lagi
tapi
sinarnya
panasnya
menghindari
membunuh
sekuncup jiwa jiwa tak kan tenang dalam lukisan
kehidupan
kadang memilukan
kehidupan
kadang menakutkan
dan semua itu tertitip penuh di jalan ini
berteman sepi dan rokok
berteman hampa dan mati
kalau aku mati dia pasti iseng sendiri....
Selasa, 10 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar