mati...
diujung hati...
peluh...
mendera... lagi
matahari telah menyilaukan mata hati ku
bulan telah mendinginkan ku
jiwa dan harapan tergenggam satu demi satu
kematian dipelupuk mata telah melemaskan jiwa
dan kadang tak mau tahu
kadang tak mau perduli
kadang tak ingin mengerti
kadang tak mau percaya
setuang lagi untuk harga mati ini
setenggak lagi untuk kekalahan hari ini
sehisap lagi untuk biru jiwa hari ini
nikmati kekalahan adalah penjanjian
mencumbu kemenangan adalah persayratan
malaikat tak percaya....
Selasa, 28 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar